MAKASSAR, LENSASATU.COM || Manajemen baru PT Semen Tonasa memilih langkah awal yang sarat makna. Begitu resmi dilantik, jajaran komisaris dan direksi perseroan langsung mengawali agenda dengan menyambangi tiga institusi strategis di Sulawesi Selatan, yakni Kodam XIV/Hasanuddin, Polda Sulsel, dan Kejaksaan Tinggi Sulsel, Rabu (27/8/2025).
Kunjungan ini dipimpin Komisaris Utama Andi Rio Idris Padjalangi. Ia didampingi Komisaris Independen Andi Nusawarta, Direktur Utama Anis, Direktur Keuangan Sulaiha Muhyiddin, dan Direktur Produksi Moch. Alfin Zaini.
Tradisi “mappatabe” atau permisi menjadi alasan utama, sekaligus sebagai bentuk penghormatan jajaran baru PT Semen Tonasa kepada para pemangku kepentingan di daerah.
“Selain silaturahmi, kami datang untuk meminta arahan serta dukungan agar perusahaan dapat lebih kokoh menjalankan perannya sebagai BUMN strategis di Sulsel,” ujar Andi Rio.
Pertemuan pertama berlangsung di Markas Polda Sulsel, di mana rombongan diterima langsung Kapolda Irjen Pol Rusdi Hartono. Isu keamanan fasilitas industri menjadi pokok bahasan. PT Semen Tonasa berharap kepolisian dapat terus bersinergi dalam mendukung iklim usaha yang aman.
“Kami siap mendukung penuh keamanan operasional PT Semen Tonasa, terutama dengan memperkuat sinergi antara kepolisian dan tim pengamanan internal perusahaan,” tegas Kapolda.
Selanjutnya, manajemen Tonasa sowan ke Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno. Audiensi ini lebih menekankan pada upaya mempererat hubungan baik antara perusahaan dan institusi TNI.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik. Kami juga membicarakan potensi kolaborasi demi kepentingan daerah dan masyarakat luas,” tutur Pangdam.
Di Kejati Sulsel, rombongan diterima Kajati Agus Salim. Ia menekankan pentingnya kerja sama hukum antara BUMN dan institusi kejaksaan. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi untuk memberikan pendampingan kepada investor maupun BUMN.
“Ini kerja bersama demi Merah Putih. Kejaksaan siap mendampingi PT Semen Tonasa, baik melalui fungsi intelijen yang mendeteksi ancaman maupun bidang Datun untuk memberi pendampingan hukum,” jelas Agus Salim.
Langkah awal jajaran direksi dan komisaris PT Semen Tonasa ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, hukum, dan sosial.
Kolaborasi dengan aparat negara dipandang penting untuk memastikan perusahaan tetap menjadi motor penggerak pembangunan di Sulawesi Selatan.














