Bone

Dua Pelajar di Bawah Umur Tewas dalam Kecelakaan di Bone, Polisi Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak Berkendara

390
×

Dua Pelajar di Bawah Umur Tewas dalam Kecelakaan di Bone, Polisi Ingatkan Orang Tua Lebih Ketat Awasi Anak Berkendara

Sebarkan artikel ini

BONE, LensaSatu.com – Dua peristiwa kecelakaan tragis di Kabupaten Bone kembali membuka mata banyak pihak tentang bahayanya pengendara di bawah umur.

Dalam waktu berdekatan, dua pelajar meregang nyawa setelah sepeda motor yang mereka kendarai terlibat tabrakan di dua lokasi berbeda.

Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Poros Bone–Makassar, tepatnya di Dusun Ale Jempo, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja.

Dua sepeda motor saling bertabrakan hingga menewaskan pengendara berinisial ADTD (16). Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Insiden kedua terjadi di Desa Ulaweng Cinnong, Kecamatan Ulaweng, Kamis (9/10/2025). Seorang pelajar berinisial SA (13) meninggal dunia di tempat kejadian setelah motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah truk.

BACA JUGA :  Malam Musik Berkelas di Bone: DJ Tiara Mugy Siap Guncang Helios Hotel dengan Pengamanan Super Ketat dan Berizin. 

Kasat Lantas Polres Bone AKP H. Musmulyadi, S.Pd.I, membenarkan kedua insiden maut tersebut. Ia menegaskan bahwa dua kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih disiplin dan bijak dalam mengawasi anak-anaknya.

“Korban SA (13) meninggal di lokasi kejadian di Desa Ulaweng Cinnong. Sementara korban ADTD (16) TKP Desa Sengeng Palie meninggal di rumah sakit,” jelas AKP Musmulyadi, Selasa (14/10).

BACA JUGA :  Panasnya PBB-P2 di Bone, Mendagri Perintahkan Tinjau Ulang dan Jangan Bebani Rakyat

Musmulyadi menambahkan, banyak kasus kecelakaan yang melibatkan pengendara di bawah umur dipicu oleh faktor ketidaksiapan mental dan kurangnya pengalaman berkendara.

“Anak-anak belum memiliki SIM, sering kali tidak menggunakan helm, dan mudah terbawa emosi di jalan. Ini sangat berisiko, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lain,” ujarnya.

Kasat Lantas juga menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan patroli dan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mencegah pengendara di bawah umur turun ke jalan.

BACA JUGA :  Polres Bone Terapkan Tilang Elektronik Mobile, Begini Dampaknya bagi Pengendara

Selain edukasi, tindakan penegakan hukum tetap dilakukan apabila ditemukan pelanggaran yang membahayakan keselamatan.

“Kami terus melakukan pengawasan. Tapi kunci utama ada di rumah. Orang tua jangan lepas tangan, karena keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Musmulyadi berharap kolaborasi antara aparat, sekolah, dan keluarga bisa memperkuat budaya tertib berlalu lintas di Bone.

Dengan kesadaran sejak dini, kata dia, kondisi jalan di Bone dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *