BoneDaerah

Jejak Arung Palakka di Bone, Wabup Dorong Bukit Cempalagi Jadi Wisata Sejarah

319
×

Jejak Arung Palakka di Bone, Wabup Dorong Bukit Cempalagi Jadi Wisata Sejarah

Sebarkan artikel ini

Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin minta situs bersejarah di Bone tidak hanya dijaga, tapi juga dikelola profesional agar jadi sumber ekonomi masyarakat.

BONE, LENSASATU.COM || Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menegaskan bahwa situs-situs bersejarah di Kabupaten Bone harus dijaga dan dikelola dengan baik, bukan hanya sebagai warisan leluhur, tetapi juga sebagai sumber kebanggaan sekaligus peluang ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan saat ia meninjau langsung Situs Budaya Assingkerukengnge Cempalagi yang terletak di Dusun Cempalagi, Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Ahad (21/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maya Damayanti, S.P., sejumlah pejabat daerah, serta tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Kunjungan Kerja Pangdam XIV/Hsn Di Kodim 1421/Pangkep. Disambut Lansung Bupati Pangkep

“Situs Assingkerukengnge bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga jejak perjuangan dan kebesaran Bone. Arung Palakka meninggalkan pesan penting di sini. Tempat ini wajib kita rawat sekaligus promosikan sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah,” ujar Andi Akmal.

Di hadapan masyarakat, Wabup mengaku kagum melihat peninggalan yang masih terjaga hingga kini. Beberapa di antaranya adalah akkarebbeseng (bekas cakaran tangan), attuddukeng (bekas hentakan tumit), hingga assingkerukeng (simpul sumpah) yang berada di dalam gua.

Menurut Wabup, simbol-simbol itu menjadi bukti nyata perjalanan sejarah Bone yang patut dikenalkan kepada generasi muda.

“Alhamdulillah, setelah menghadiri peringatan Maulid, saya berkesempatan meninjau gua bersejarah ini. Harapan saya, anak-anak kita mengenal sejarah perjuangan Arung Palakka, bukan hanya melalui cerita, tetapi lewat jejak langsung yang bisa mereka saksikan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Brimob Bone Kawal Penertiban Lapak Liar di Terminal Petta Ponggawe

Masih kata Andi Akmal, Selain nilai budaya dan sejarah, Wabup juga menilai kawasan Bukit Cempalagi memiliki potensi ekonomi. Dengan pengelolaan profesional, situs tersebut bisa berkembang menjadi destinasi wisata unggulan tanpa mengurangi nilai historisnya.

“Jika dikelola dengan baik, situs ini bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar. Wisata sejarah tidak hanya menjaga warisan, tapi juga menyejahterakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyoroti kondisi Goa Mimpi, salah satu gua di kawasan bukit yang dahulu dihiasi lampu warna-warni namun kini tidak lagi berfungsi. Meski fasilitas terbatas, antusiasme pengunjung tetap tinggi berkat tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp5.000 per orang.

BACA JUGA :  Ketua Komisi IV DPRD Bone Andi Ryad: Berkurban Mengajarkan Kita Untuk Berbagi Dengan Ikhlas

Untuk mencapai lokasi, wisatawan hanya perlu menempuh jarak sekitar 20 kilometer atau kurang lebih 40 menit perjalanan dari pusat Kota Watampone.

Menutup kunjungannya, Andi Akmal kembali menegaskan komitmennya. Baginya, jejak perjuangan Arung Palakka di Bukit Cempalagi tidak boleh hanya tersimpan dalam catatan, melainkan menjadi warisan yang hidup dan terus diwariskan.

“Bukit Cempalagi adalah saksi bisu sumpah dan perjuangan Arung Palakka. Kita semua bertanggung jawab menjaga agar tempat ini tetap dikenal, dihargai, dan memberi manfaat bagi Bone,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *