Metro Kota

Warga Berebut Minyak Setelah Truk Tangki CPO Terguling Di Perbaungan, 1 Tewas

403
×

Warga Berebut Minyak Setelah Truk Tangki CPO Terguling Di Perbaungan, 1 Tewas

Sebarkan artikel ini

MEDAN, LENSASATU.COM – Satu unit truk tangki bernomor polisi BK 9163 BE bermuatan minyak sawit mentah (CPO) terbalik dan meluncur ke bawah badan jalan, Selasa (11/1/2022) sore.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Medan-Tebingtinggi tepatnya di Kampung Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan Perbaungan, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Sekitar pukul 15.30 WIB.

Informasi yang diperoleh truk ini dikemudikan oleh Tata Iskandar, warga Desa Pertumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Namun naas, Tata meninggal dunia dilokasi kejadian, karena pada bagian kepala truk mengalami rusak parah sehingga tubuh Tata terjepit.

BACA JUGA :  Wali Kota Kendari Bantu 1000 Pelajar dari Kalangan Keluarga Tidak Mampu

Truk yang dikemudikan Tata sedang membawa minyak sawit mentah (CPO). Karena terbalik, minyak pun tumpah. Sehingga warga beramai-ramai mengambil minyak tersebut.

Salahseorang saksi mata bernama Retno Azahra (18) seorang penjual es tebu mengatakan, pada mulanya ia melihat truk yang dikemudikan oleh Tata seperti mau berhenti di pinggir jalan Amatan wartawan Tribun Medan dilokasi kejadian, truk yang terjun dari jalan lintas Tebingtinggi-Kota Medan, terbalik dan pada bagian kepala truk rusak parah.

BACA JUGA :  Wali Kota Kendari Tinjau Jalan Budi Utomo–Abeli Dalam, Hubungkan Sekolah Rakyat

“Awak kira mau berhenti truk ini, eh kok tiba-tiba nyolong dan terbalik lah seperti ini. Langsung awak kejar, tapi kepala truknya udah hancur,” ujar Retno.

Lanjut Retno, ia menduga sopir truk tersebut mengantuk.

Seperti mengantuk, makanya bisa sampai terbalik seperti ini. Mungkin karena terlalu pinggir mengambil jalurnya sehingga terjun dan terbalik,” ujar Retno.

Truk ini melintas dari arah Kota Tebingtinggi menuju Kota Medan. Aduh gak sanggup lah saya melihatnya sewaktu terbaliknya truk ini,” sambungnya.

BACA JUGA :  Gerak Cepat, Walikota Kendari Bersama Wakil Panen Jagung Pakan Ternak di Kelurahan Lalodati

Sopir sempat dianggap warga sekitar masih sadarkan diri. Namun setengah jam kemudian, salahseorang warga mengatakan sopir sudah meninggal dunia.

Tadi pertama katanya sopir truk ini masih hidup, cuma udah ada setengah jam ada bapak-bapak bilang sudah meninggal dunia,” ujar Retno.

Sementara itu, tambah Retno sebelum kejadian, kondisi truk saat itu melaju tidak begitu kencang.

Tata Iskandar alhasil berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.10 WIB dan langsung dibawa personel kepolisian ke rumah sakit terdekat.

Reporter : Syafr_Malay

Editor : Ainun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *