BONE, LENSASATU.COM || Desa Tadangpalie, Kecamatan Ulaweng, Bone, menjadi salah satu titik penting dalam program pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan yang digagas Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Bone.
Lokasi ini ditetapkan sebagai titik ke-49 pemberdayaan pelaku UMKM, UKM, ekonomi kreatif, dan pedagang kaki lima oleh DPW APKLI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan.
Sejak 24 Agustus 2025, event Ningo UMKM Festival resmi digelar di Desa Tadangpalie. Festival ini memberdayakan sedikitnya 8 UMKM lokal, 9 pelaku UMKM dari Kota Watampone, 5 pelaku UKM kreatif, serta 66 pelaku ekonomi kreatif yang mengisi tenda-tenda UMKM.
Aktivitas ekonomi meningkat pesat terutama pada malam Minggu, bahkan melonjak hingga 50 persen berkat kehadiran pelaku UMKM dari Kabupaten Soppeng, Wajo, Bulukumba, Jeneponto, dan Kota Makassar.
“Apkli sangat mengapresiasi undangan Ketua APDESI Kabupaten Bone, Andika, untuk menggelar event pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan di wilayahnya. Ada pergerakan ekonomi masyarakat, sekaligus hiburan bagi warga,” ungkap Ketua DPW APKLI Sulsel, Iwan Hammer, yang juga menjabat Plt Ketua DPD APKLI Bone saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (15/9/2025) pagi lalu.
Kepala Desa Tadangpalie yang juga Ketua APDESI Bone, Andi Mappakaya Amier, menyampaikan bahwa langkah APKLI selaras dengan program pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.
“Kami melihat apa yang dilakukan APKLI ini merupakan program yang harus didukung semua pihak, baik pemerintah maupun swasta. Itulah sebabnya kami mengundang APKLI masuk ke Desa Tadangpalie. Sebelumnya kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan di Ditaccipi, Penre’e, Lamakkaraseng, dan Lilina Ajangale. Semoga kegiatan di Ningo mampu menggerakkan ekonomi rakyat dan diterima baik masyarakat,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Bapemperda DPRD Bone, Andi Purnama Sari Amier, yang juga kakak dari Ketua APDESI.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan teman-teman APKLI Bone dalam pemulihan ekonomi, berjibaku menggeliatkan UMKM kabupaten sambil menggaet UMKM desa. Dengan begitu, ekonomi di tingkat desa ikut meningkat, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat hingga daerah dalam pemulihan ekonomi,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kehadiran APKLI tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga hiburan bagi masyarakat.
“Yang paling penting, APKLI Bone mampu menghadirkan hiburan yang menarik, terutama bagi anak-anak dengan menyediakan berbagai wahana permainan. Teruslah berkarya dan jaga semangat persaudaraan dalam menggiatkan UMKM di Kabupaten Bone,” tutupnya.













