GERMALAT dan SBIB KONUT Demo PT.Putra Perkasa Abadi, Tuntutannya Serius!!

KONUT, LENSASATU.COM||Gerakan Pemuda Mahasiswa Lingkar Tambang (GERMALAT) dan Serikat Buruh Indonesia Bersatu (SBIB) Bersama-sama menggelar aksi demonstrasi di lokasi pertambangan tepatnya di Desa Molore, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Kamis (9/6/2022).

Aksi demonstrasi dipicu oleh ketidak komitmen PT. Putra Perkasa Abadi yang mana pada tanggal 3 Februari 2022, Berita Acara yang di Muat pada mediasi saat di Polsek Landawe antara pihak perusahaan dan beberapa massa demonstran dibiarkan begitu saja tanpa adanya realisasi.

Dalam orasinya, Jerimias Jago selaku Jenderal Lapangan mengatakan bahwa seharusnya pihak perusahaan harus memberikan contoh yang baik dalam menjawab setiap keluhan masyarakat bukan membiarkan berlarut-larut hilangkan jejak tutup cerita.

BACA JUGA :  KSU dan Rentan Berbagi Rasa Menjenguk "Dinda" Korban Kebakaran

Bayangkan saja dari semua isi BA itu sampai pertengahan bulan juni ini sama sekali tidak ada jawaban yang baik diterima. “Salah satu contohnya mengenai penerimaan Karyawan Lokal Lingkar Tambang Namun yang ada tetap Karyawan dari luar Daerah top score karyawan PT. PPA saat ini, hanya perlu Rekomendasi di Desa Ring 1 maka karyawan luar daerah di anggap menjadi karyawan lokal. Padahal berbicara Dampak Sosial seperti banjir yang terjadi tahun-tahun lalu tetap juga kami Masyarakat Lingkar Tambang yang paling merasakan. Begitu susahnya mencari pekerjaan di Daerah sendiri kata Jenlap dalam orasinya. Kamis (9/6/2022).

BACA JUGA :  Raih Keberkahan di Bulan Ramadhan, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) dan IZI Sultra Salurkan Paket Ramadhan di Wilayah 3T Sultra

Diwaktu yang berbeda, Zainal S.Km selaku Korlap 1 menambahkan “PT. PPA selaku Kontraktor PT MLP tidak Mungkin mengetahui dan merasakan apa yang terjadi pada Masyarakat Lingkar Tambang, sebut saja seperti Humas sebagai Penyambung Aspirasi masyarakat rupanya pihak Oner dan kontraktor bekerja sama untuk tidak menggunakan Jasa Humas. Zainal juga memberikan ultimatum terkait BUMDesa untuk memutus hubungan dari luar yang sifatnya monopoli dan harus melibatkan BUMDesa ring 1 kecamatan Langgikima.

Lebih lanjut ” Irham sebagai korlap 2 Menegaskan dari kesemua tuntutan yang ada supaya dijadikan pedoman bersama dan di realisasikan oleh perusahaan karena aksi demonstrasi yang terjadi hari ini bukan yang pertama dan terakhir kalinya. Ia juga berharap agar pihak perusahaan lebih mengedepan sosialisasi, konsolidasi, informasi terkait loker skill maupun non skil untuk memberdayakan sarjana kampung dan anak lokal dibanding luar daerah.

BACA JUGA :  Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II T.A. 2022 Aspek Pelaksanaan DAN Pengendalian Di Polda Kepri

Sementara itu, pihak perusahaan PT.PPA berjanji kembali akan menjawab semua tuntutan massa aksi pada tanggal 15 Juli 2022, yang mana kesimpulan final akan di diskusikan dan disaksikan oleh kesemua Pihak terkait.

Reporter: Bukram

Editor : Agus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.