Opini

Menyoal Berita Hoax tentang Pemeriksaan AT, FORKIP Sultra: Media Harus Proposional dan Aktual

380
×

Menyoal Berita Hoax tentang Pemeriksaan AT, FORKIP Sultra: Media Harus Proposional dan Aktual

Sebarkan artikel ini

Kendari, LENSASATU.COM-Forum Kajian Investasi Pertambangan Sulawesi Tenggara (Forkip Sultra) mengutuk keras atas tersebarnya Berita yang diduga “Hoax”, berita “hoax” yang dirilis oleh salah satu media online yang berjudul Diduga melakukan pengapalan secara Ilegal Anton Timbang (AT) diperiksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 2 November 2021.

Hal ini sangat disayangkan oleh Pengurus Forkip Sultra. Menurut Kesaksian Sekretaris Umum Forkip Sultra Yusril Hajarsik bahwa yg bersangkutan (AT) sedang berada di Bali dan Tidak ada pemeriksaan sama sekali terkait pengapalan secara ilegal di Kejati sultra.

BACA JUGA :  Ketidakadilan yang Mencolok: DPR Hidup Mewah, Guru Honorer Bertahan di Garis Kemiskinan

Yusril Hajarsik sebagai Sekretaris Umum Forkip Sultra sangat menyangkan atas beredarnya berita yang ia duga ini adalah “pembohongan” Publik

“Saya kira berita yang beredar di media sosial itu tidak memiliki landasan yang kuat, dan ini sangat kami sayangkan atas”. Ujarnya saat dihubungi via telefon

Keterangan ini juga diberikan oleh Ketua Umum Forkip Sultra Muhammad Syidiq Lapanaka, bahwasanya sudah terbangun komunikasi antara Lembaga Forkip dan Pihak Yg berwajib terkait dengan persoalan di atas, menurut keterangannya dari komunikasi yg dibangun bahwa tidak ada sama sekali pemeriksaan pada A T di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Menyoal,KNPI Muna Tak Beres, Ketua KNPI Sultra Buka Suara

“Saya kembali menegaskan bahwa berita yg beredar itu sangat tidak Valid, karna kami sudah berkordinasi dengan pihak yg berwajib dan hasilnya bahwa A T tidak sama sekali diperiksa oleh kejaksaan tinggi” Tegasnya

Lanjut, Ketua Umum Forkip Sultra berpesan pada masyarakat agar tidak cepat percaya pada berita yang masih diragukan kebenarannya.

“Saya harap masyarakat sultra tidak cepat percaya pada berita yang masih diragukan kebenarannya”. Tutupnya.R

BACA JUGA :  Menteri Pergerakan BEM FKIP UHO, Turut Beropini Terkait Kejanggalan Meninggalnya Presiden Iran

Reporter : ARD

editor : HARWAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *