Diduga Lakukan Illegal Mining, Polda Sultra Diminta Proses Hukum Dirut PT BAM

KONUT, LENSASATU.COM – Maraknya Illegal Mining di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak henti-hentinya disuarakan oleh beberapa aktivis daerah maupun nasional.

Pasalnya, perusahaan PT. BAM diduga telah melakukan illegal mining di wilayah Morombo Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Presidium Pengurus Pusat Jaringan Advokasi Masyarakat Indonesia (PP Jamindo) Muh Gilang Anugrah (MGA) mengatakan bahwa perusahaan tersebut diduga kuat telah melakukan illegal mining di wilayah Morombo.

BACA JUGA :  Penahanan Tersangka FN Oleh Kejari Kota Pangkalpinang, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja PT BRI

“Berdasarkan laporan masyarakat setempat bersama bukti dokumentasi video, memang betul adanya praktek dugaan illegal mining oleh perusahaan PT. BAM ini”tegas MGA saat dihubunggi via whatsapp.minggu(10/04/22)

Lanjut MGA, Kemudian aktivitas dugaan illegal tersebut, perusahaan PT. BAM sudah melakukan sampai 9 kali Pengapalan.

Selain itu, perusahaan tersebut juga pernah berkasus tahun lalu tepatnya 2021 bulan juni, sampai di policeline oleh polda sultra.

BACA JUGA :  Akibat Polemik kepemilikan Lahan antar warga laonti, Menghambat aktivitas PT. GMS

Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Sultra melakukan penyegelan aktivitas pertambangan illegal PT BAM di Mandiodo, Konawe Utara, Kamis (24/6/2021).

“Olehnya itu kami mendesak polda sultra agar sesegera mungkin untuk melakukan proses hukum kepada direktur PT. BAM yang kami duga kuat sudah melakukan illegal mining di blok moromba Kacamatan Lasolo, kemudian kami akan segera juga melakukan pelaporan resmi baik di polda sultra hingga di mabes polri”tutup MGA .minggu(10/04/22)

BACA JUGA :  MENJELANG LEBARAN  IDHUL FITRI 1443 H, PT GMS MEMBAGIKAN SEMBAKO KEPADA MASYARAKAT LAONTI

Reporter : ardianto

Editor : Agustian

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.